Lokasi kuliner Kanre Rong Karebosi

TIMURNEW.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassars sudah dua pekan mendalami siapa saja yang terlibat dalam permainan dugaan pungutan liar (pungli) sewa menyewa dan jual beli lapak di kawasan kuliner Kanre Rong Karebosi yang sudah berlangsung sekitar dua tahunan.

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan tim intelejen Kejari Makassar setelah memeriksa puluhan pedagang di Kanre Rong, ditemukan indikasi ada oknum UPTD Kanre Rong yang terlibat dalam sewa menyewa lapak.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan beberapa indikasi perbuatan melawan hukum yang diduga melibatkan salah satu oknum UPTD yang dibawahi oleh Dinas Koperasi. Beberapa yang seharusnya tidak terjadi dalam aturan hukum tidak boleh terjadi seperti itu,” kata Ardiansyah Akbar Kasi Intel Kejari Makassar, Selasa (06/10/20).

Namun, pihaknya hingga kini, kata Ardi masih terus melakukan pendalaman karena masih banyak pihak yang harus dimintai keterangan untuk mematangkan proses penyelidikan.

“Kami akan mematangkan dulu sebelum menyerahkan ke Pidsus,” kata Ardiansyah.

Menanggapi proses penyidikan yang telah menemukan indikasi ada oknum UPTD yang terlibat, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, mendesak kejaksaan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pungli di Kanre Rong Karebosi.

Farid menegaskan, Kejaksaan jangan mengundur-undur proses penyidikan untuk menetapkan tersangka karena sudah cukup alat bukti.

“Kalau diundur-undur berarti ada pihak yang mau diselamatkan,” kata Farid.

“Ada keterangan dari saksi dan bukti kwitansi sewa, itu sudah cukup menjadi barang bukti untuk menetapkan tersangka. Masa harus menunggu semuanya diperiksa dulu,” tegas Farid.

Sebelum kasus dugaan pungli sewa menyewa lapak di Kanre Rong ditangani Kejari Makassar, beberapa PK5 khususnya penyewa lapak mengatakan mereka menyewa lapak melalui pengelola Kanre Rong dalam hal ini Muhammad Said.

“Saya serahkan uang sewa Rp8 juta ke Pak Said,” kata YL, salah satu penyewa lapak yang tidak pernah sebelumnya bertemu dengan pemilik lapak yang disewanya.

Adapun pemilik lapak yang disewa YL, mengatakan dia menerima uang sewa lapaknya dari pengelola Rp 4,5 juta. (Iwan Mapparenta