SULSEL, TIMURNEWS.COM – Tiga orang warga asal Sulsel dikabarkan menjadi korban penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Fhilipina sejak 26 Maret lalu.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengaku, telah melakukan komunikasi dengan tiga Menteri terkait masalah ini.

“Saya sebagai Gubernur telah menyampaikan permohonan saya kepada Menlu agar melakukan semua upaya untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Menkopolhukam untuk memberi perhatian yang sangat serius dan saya siap membantu apa saja. Selain itu saya juga komunikasi dengan Mendagri,” kata Syahrul, Rabu (30/3).

Sebagai pimpinan pemerintahan di Sulsel, Syahrul mengatakan, dirinya harus bisa membantu warganya dimanapun mereka berada.

“Saya lagi cari jalan terbaik untuk bagaimana bisa membantu dalam masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, M Roem, mengaku mendukung langkah pemerintah untuk mengerahkan segala upaya untuk pembebasan 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, termasuk pengerahan kekuatan militer.

Apalagi, lanjutnya, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu kekuatan militer yang terkuat di dunia.

“Itulah gunanya kita punya TNI yang kuat. Kalau ada warga yang bermasalah di luar, negara bisa menggunakan kekuatannya,” ucapnya.

Roem juga meminta agar Pemprov Sulsel melakukan penanganan yang lebih cepat dan serius untuk menyelamatkan tiga warga Sulsel yang menjadi korban penyanderaan bersama tujuh warga negara Indonesia lainnya.

Roem juga berharap, penyampaian informasi terkait permasalahan ini kepada masyarakat juga diberikan secara jelas dan terbuka, agar masyarakat bisa mengetahui perkembangannya.

“Khususnya kepada keluarga korban yang di sandera supaya tidak gelisah,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan tiga warga asal Sulsel menjadi korban penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Dua diantaranya merupakan warga asal Kabupaten Luwu Timur, dan satunya lagi dari Kabupaten Wajo. (DS)