Drive Grab Bike Siap Maju Menjadi Anggota DPR RI
Drive Grab Bike

MAKASSAR, Timur News – penyedia jasa transportasi berbasis online di Indonesia bukan lagi hal yang baru di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar ada dua pemain besar yakni gojek dan Grab. Penyedia layanan jasa transportasi ini walaupun sama-sama menyediakan layanan antar penumpang tentunya aturan yang diberlakukan perusahaan beda terhadap para drivernya.

Belakangan ini bermunculan keluhan-keluhan dari para driver grab bike hal itu tentu tidak muncul begitu saja tanpa ada dasar atau alasan. Penasaran dengan unek-unek para driver grab bike, tim mulai melakukan pengumpulan data dan hasilnya ada aturan sepihak yang dikeluarkan managemen grab terhadap driver dimana perusahan grab seolah-olah tidak menginginkan drivernya mendapatkan bonus seperti yang telah dijanjikan di mana apabila driver mencapai target yang telah ditetapkan maka akan mendapatkan bonus sesuai target yang telah ditetapkan misalkan driver mengumpulkan 220 berlian maka driver akan mendapatkan bonus senilai Rp15.000 ini adalah bonus terendah yang diberikan kepada drivernya yang mencapai target rendah sementara bonus tertinggi yang diberikan yakni Rp200.000 dengan catatan bisa mengumpulkan sebanyak 400 berlian.

Adapun perhitungan untuk mendapatkan berlian ini dibagi dalam tiga kategori untuk jasa layanan grab bike atau mengangkut orang maka setiap perjalanan akan mendapatkan 10 poin atau berlian kategori kedua yakni grab express setiap perjalanan akan mendapatkan 12 berlian namun yang cukup menjanjikan dan dikejar-kejar oleh para driver adalah grabfood. Grab food menjadi incaran karena berlian yang disiapkan cukup besar pada jam-jam tertentu misalkan pukul 11 hingga pukul 13 Wita grab menyediakan berlian bagi driver sebesar 30 berlian begitupun pada pukul 16.00 hingga 23.00 driver juga bisa mendapatkan jumlah berlian yang sama untuk diluar jam yang ditetapkan hanya mendapatkan 25 berlian.

Jika mengacu pada poin-poin yang diberikan ini. Tentu tidak sulit bagi driver untuk mencapai target jika hanya 400 berlian karena cukup bermain di zona grab food saja. Dan ternyata ada cerita dibalik semua itu dimana ada pekerjaan yang tidak bisa diatur oleh driver, layanan tersebut tidak bisa di non aktifkan seperti grab Express dan grab food. Pihak grab hanya mengizinkan driver memainkan grab bike di mana driver bisa memilih menonaktifkan atau mengaktifkannya.

Namun yang paling menyulitkan dan menyiksa driver yang baru diberlakukan minggu ini sistem penyelesaian pekerjaan di mana driver betul-betul dipermainkan maksudnya jika dulunya ada pekerjaan yang diterima namun tiba-tiba pekerjaan tersebut dibatalkan oleh pemesan maka tidak akan berpengaruh terhadap nilai penerimaan atau pencapaian driver sehingga bonus yang diidam-idamkan tetap akan tetap bisa diperoleh selama target yang ditetapkan tercapai namun sekarang super ketat dan dianggap semena-mena adalah bukan hanya driver yang akan mengalami penurunan pencapaian jika driver membatalkan pekerjaan akan tetapi penerimaan juga berpengaruh cukup signifikan jika pengorder melakukan pembatan.

Tentu hal ini dianggap sangat merugikan driver terutama jika pencapaian driver sudah mencapai batas penerimaan bonus yang ditetapkan yakni minimal 65% dari nilai penerimaan bagaimana jika batas minimal itu sudah tercapai namun tiba-tiba pemesan membatalkan pesanannya tentu hal ini sangat merugikan driver karena akan berpengaruh terhadap bonus yang akan nantinya diperoleh. Belum lagi jika ada pekerjaan seperti grabfood ketika driver menuju restoran yang ditentukan lalu kemudian driver telah tiba tetapi restoran sudah tutup atau tidak menjual lagi pastinya pemesan akan membatalkan pesanannya. Tentukan kejadian-kejadian seperti ini sangat merugikan para driver.

Adapun alasan-alasan yang disampaikan pihak grab sehingga memberlakukan aturan ini, karena driver dianggap sering mengabaikan atau membatalkan pekerjaan. Padahal jika dicermati sangat kecil kemungkinan jika driver melakukan pembatalan terhadap pekerjaan yang mereka dapatkan.

Adapun pembatan yang dilakukan driver seperti pengorder tidak muncul atau tidak bisa dihubungi. Memang untuk melakukan pembatan pihak grab sudah menyiapkan Call Centre namun biasanya menghungi call cantre sangat sulit sehingga mau tidak mau driver melakukan pembatan.d

Tidak sedikit juga customer hanya coba-coba menggunakan aplikasi mereka untuk melakukan order setelah mendapatkan driver mereka lalu membatalkan orderan.

Belum lagi driver-driver nakal yang sengaja melakukan order fiktif untuk keuntungan diri sendiri dimana mereka melakukan order untuk dirinya sendiri dengan tujuan mendapatkab bonus. Namun terkadang saat mereka melakukan order terjadi salah sasaran sehingga diterima oleh driver lain yang betul-betul jalan murni. Disaat pengorder fiktif salah sasaran mereka meminta driver yang mendapatkan orderan mereka untuk menjalani orderan.  Tentu ini adalah sebuah pelanggaran kode etik yang dikeluarkan oleh grab dan akan merugikan driver jika menuruti permintaan pengorder fiktif.

Pada intinya driver meminta agar aturan yang diberlakukan saat ini dihapuskan karena sangat merugikan driver. Aturan yang dimaksud seperti tidak dapat mengatur pekerjaan yang disiapkan oleh grab Express dan grab food serta menghilangkan dan menghapus aturan yang baru saja diberlakukannya yaitu nilai penerimaan berpengaruh apabila pengorder membatalkan pekerjaan karena jika aturan ini terus diberlakukan maka pekerjaan dan semangat driver dalam melakukan aktivitas sebagai driver online akan berkurang. Dan jika driver grab ditanya apakah mereka juga memiliki aplikasi driver gojek maka rata-rata jawaban mereka ada.

Aturan-aturan yang tidak menentu dan pastinya memojokkan driver grab telah membuat puluhan driver grab beralih ke gojek.

Dari beberapa driver online atau grab meminta pemerintah setempat dan anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan dengan kota Makassar untuk memperhatikan Nasib para driver yang selama ini dianggap telah dipermainkan kurikulum jasa layanan transportasi online grab. Driver grab juga tidak bisa berbuat banyak suka atau tidak suka aturan harus diikuti tidak ingin hubungan kemitraan diputus karena selain ini diketahui jika ada driver yang tidak mengikuti aturan-aturan yang dikeluarkan perusahaan maka akan dilakukan pemutusan kemitraannya. (*)