MAKASSAR, TIMURNEWS – Google Trand Indonesia menempatkan Brigpol Dewi mantan Polwan Polrestabes Makassar pada urutan pertama dengan jumlah penelusuran 100 ribu lebih.

Angka penelusuran ini, merupakan angka yang paling tinggi dibanding penelusuran berita lainnya seperti, berita Andi Arif.

Dewi menjadi perhatian khusus karena dia dinilai sebagai anggota Polri yang tidak etis melakukan perbuatan secerobah itu dengan menyebarkan foto vulgar ke media sosial.

Atas perbuatan tidak terpuji itu polri mengambil tindakan tegas dengan memberi sanksi berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Dewi, Rabu (02/01/2019) lalu.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo kepada wartawan di markas Polrestabes, Kamis (03/01/2019), mengatakan “Ya dia lakukan kegiatan-kegiatan yang Asusila lah, itu saja.”

Sejumlah media pemberitaan yang memberikan perhatian khusus pada pemberitan Brigpol Dewi, menyebutkan, Dewi dalam kasus ini sebenarnya adalah korban karena yang menyebar luaskan foto vulgar terbut adalah pacarnya yang berstatus Narapida atas kasus pembunuhan.

Dewi yang dikabarkan telah berkeluarga dan memiliki satu anak diduga menjalin hubungan dengan laki-laki lain yang selama ini mengaku berpangkat kompol, tapi kemudian laki-laki yang mengaku polisi tersebut terjayata bukan polisi tetapi seorang Narapidana.(*)