MAJENE, TIMURNEWS.COM – Partai Golkar Kabupaten Majene harus menahan pahitnya tidak diikutkanya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Majene sebagai partai pengusung pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Majene Fahmi Massiara bersama Lukman. Pasalnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Majene tidak dapat menunjukkan surat

rekomendasi kepengurusan tunggal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menjadi salah satu syarat kelengkapan administrasi pendaftaran paslon di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu diungkapkan Ketua KPU Majene Asmanuddin, dalam konfrensi persnya usai penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati Majene, Senin (24/8).

“Dinyatakan bahwa Partai Golkar tidak memenuhi syarat untuk mengusung paslon Bupati ataupun Wakil Bupati Majene, karena salah satu syarat administrasi yang menjadi kelengkapan pengusungan dan pendaftaran paslon tidak dapat di penuhi, yaitu kepengurusan tunggal Partai
Golkar, ” ujarnya.

Di konfirmasi terpisah, Ketua Harian DPD II Partai Golkar Majene Tamsil Alqadri, sangat menyayangkan partainya yang pernah membawa dirinya duduk di kursi DPRD Majene harus absen di pilkada serentak 9 Desember.

“Jadi kami sangat sedih, dengan adanya kabar tidak di terimanya Golkar oleh KPU sebagai partai pengusung Fahmi- Lukman,” ungkapnya.

Gagalnya Partai Golkar dalam pengusungan paslon di Pilkada Majene, kata Tamsil, sudah menjadi firasatnya dari dampak perpecahan di tubuh partainya.

“Sebenarnya firasat buruk itu sudah menjadi asumsi kami di DPD II Golkar Majene, dengan tidak selesainya kisruh Partai Golkar di pusat. Namun, kami selalu kobarkan dapat mengusung calon di pilkada serentak, tetapi kita gagal dan ini bisa menjadi renungan DPP Partai Golkar,” sesalnya.(ri)