Gempa kendari

KENDARI, TIMURNEWS – Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 2,9 mengguncang wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Selasa (24/7/2018), sekitar pukul 09.46 WITA. Gempa tersebut menyebabkan siswa di SDN 14 Kendari, yang tengah mengikuti berhamburan keluar menuju halaman sekolah.

Siswa di SD tersebut berlarian keluar , menju ke arah lapangan upacara bendera yang berada tak jauh dari depan kelas, yang diarahkan oleh guru. Bahkan beberapa siswa menunjukan kepanikannya dengan menjerit histeris.

Saat dikonfirmasi, Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia mengungkapkan hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 09:46:08 WITA dengan kekuatan M=2,9 dengan episenter pada koordinat 4,07 LS – 122,62 BT sekitar 12 Km Baratdaya Kendari, Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 Km.

Berdasarkan laporan warga menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan sedang, dirasakan di hampir seluruh wilayah Kota Kendari (Mandonga, Wua-wua, Anduonohu, Purirano) dan Kec. Ranomeeto-Kab. Konsel dalam skala intensitas II SIG BMKG (II – III MMI).

Sampai dengan saat laporan ini dibuat belum ada informasi adanya kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Terkait dengan peristiwa gempa bumi di wilayah Tenggara Kendari ini, hingga laporan ini disusun pada pukul 10.00 WITA, belum terjadi lagi aktivitas gempabumi susulan,” kata dia melalui siaran pers, Selasa (24/7/2018).

Ia melanjutkan, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. Gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Ditinjau dari kedalamannya, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari di Kota Kendari – Sulawesi Tenggara. (*)