AS. tukang bentor Jalan Emmy Saelan penjaga setia baliho balon Walikota Makassar Capt.Masdar

 

Laporan : Rusdi

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM

Cara Unik yang dilakukan pendukung fanatisme calon Walikota Makassar Cap.Masdar diJalan Emmy Saelan , AS tukang bentor yang kerap mangkal di tempat itu merawat dan menjaga Baliho Balon Walikota Makassar, tak tanggung tanggung informasi yang di himpun oleh awak media, selain menjaga keberadaan baliho tersebut, AS juga hampir tiap hari membersihkan baliho tersebut dari debu Jumat 27/12.

“kujagai pak, ka” gappakka nia kekkeki,” (saya menjaga kuatir ada yang robek nantinya) ungkap AS dengan logat Daerahnya ke awak media.

Ditanya tentang penyebab fanatismenya terhadap Capt.Masdar, AS menjawab pak Masdar baik orangnya suka berbagi terhadap sesama, jiwa sosial dan perhatiannya terhadap masyarakat kecil seperti saya ini sangat besar semoga beliau bisa terpilih jadi Walikota Makassar kelak katanya ke awak media. (arti dari logat daerah AS diterjemahkan langsung oleh timurnews.com.

Di ketahui AS adalah salah satu pendukung fanatik dan militan terhadap Balon Walikota Makassar Cap.Masdar Pante.

Informasi yang kami terima dari Tim pemenangan, bahwa AS menjaga baliho tersebut tanpa pamrih, AS menjaga semata mata hanya suka dan sayang Balon Walikota yang satu ini, ungkap salah satu anggota Tim Sukses ke awak media.

“Kujagai anne tenaja nibayarakka pak,’ kungaiji taunna jarri kujagai gambarna,” Mudah mudahan terpilih jarri Walikota ucap doa AS di hadapan awak media.
(Saya menjaganya tanpa bayaran semata mata hanya suka dan simpatik saja semoga beliau kelak terpilih jadi walikota red)

Terkait AS, Capt Masdar merasa haru atas perhatian warga pada balihonya. Terima kasih Daeng atas doa dan perhatiannya terhadap saya ungkap masdar sambil memegang pundak AS (Daeng Bentor), Doakan saya agar bisa terpilih kelak jadi walikota Makassar ucap masdar dengan wajah haru ke warga.

Di ketahui Capt. Masdar mempunyai keluarga besar sepanjang Jalan Emmy Saelan anak menantu dari (H. Mansyur Abdullah) (Puang Tabah) Almarhum, yang tak lain adalah hubungan dari keluarga Kerajaan yang bertempat di Jalan Kumala Kota Makassar.(*)(*)