Penasehat Hukum, Yaddi memberikan keterangan terkait sidang dugaan penganiayaan salah satu guru besar unhas

MAKASSAR, TIMURNEWS – Sidang lanjutan dugaan pemukulan terhadap salah satu Guru Besar Unhas Prof Prof. Dr. Andi Suriyaman M. Pide dengan materi pemeriksaan saksi dari pihak terdakwa oleh majelis hakim, dilaksanakan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (10/03/20).

Keterangan saksi dalam persidangan mengatakan tidak melihat terjadi pemukulan hanya mendengar suara ada pemukulan.

“Waktu kejadian saya berada diantara keduanya, ada cekcok keduanya,” kata Syamsuriayadi saat memberikan keterangan di ruang persidangan.

Sementara terdakwa, drh Andi Sahrini Rauf di luar persidangan mengatakan, sama sekali tidak ada pemukulan waktu itu.

Menurut Sahrini, tujuannya datang ke tempat kejadian untuk meminjam kunci bangunan, karena masih ada barang-barang terdakwa yang mau diambil dalam bangunan.

“Secara perjanjian kerjasama saya masih memiliki hak usaha di tempat itu. Karena perjanjiannya belum berakhir,” kata Sahrini.

Menanggapi peryataan terdakwa, penasehat hukum Prof Suriyaman, Yaddi mengatakan apapun disampaikan saksi dan terdakwa itu hak mereka.

“Yang perlu kita ketahui saksi yang dihadirkan terdakwa adalah kakak kandungnya sendiri,” kata Yaddi.

Otomatis saksi akan lindungi saudaranya, kata Yaddi. Terkait pernyataan terdakwa yang mengatakan tujuannya datang ke lokasi kejadian tak lain hanya untuk meminjam kunci bangunan menurut Yaddi, “Bagaimana terdakwa mau pinjam kunci sementara pintu utama tidak terkunci.”

Itupun klennya bisa masuk mereka lewat samping, kata Yaddi karena Prof Suriyaman miliki kunci sendiri itupun kunci pintu samping sementara pintu utama tidak ada sama sekali. (*)