Dua Penyakit Cukup Mametikan
Ils

TIMUR NEWS – Masyarakat kita tentu sudah mengenal cukup banyak jenis penyakit mematikan, namun ada dua jenis penyakit yang kami anggap lebih mematikan karena tidak membutuhkan waktu lama membunuh penderitanya. Timur News, mengulas dua penyakit mematikan tersebut dari beberapa sumber dengan tujuan penyakit-penyakit mematikan bisa dihindari atau paling tidak bisa diketahui gejala dan pengobatannya.

Diurutan pertama kami menempatkan penyakit STROKE sebagai penyakit sangat mematikan, dilansir dari doktersehat.com. Stroke merupak penyakit yang menyerang bagian syaraf pada otak yang disebabkan oleh pecahnya atau penyumbatan pembuluh darah. Penyakit stroke ada dua jenis yakni,Stroke Iskemik dan stroke hemoragik. stroke iskemik, merupakan yang paling sering terjadi. Stroke Hemoragik, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah mengalir keluar. Ada yang disebut dengan “Stroke Mini” atau Transient Ischaemic Attacks (TIA).

Penyebab Stroke

Penyebab stroke iskemik, akibat adanya jendalan darah yang menyumbat pembuluh darah, sedangkan Stroke Hemoragik terjadi ketika aliran darah di otak hanya berhenti sebentar.

Gejala Stroke

Ada beberapa yang menjadi gejala penyakit stroke seperti :
1. Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, legan atau kaki terutama pada satu sisi tubuh.
2. Kehilangan kesadaran tiba-tiba, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
3. Masalah tiba-tiba melihat pada satu atau kedua mata
4. Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi
5. Sakit kepala parah tiba-tiba tanpa diketahui penyebab

Cara Pengobatan Stroke

Jika mendapati diri Anda atau anggota keluarga mengeluhkan gejala-gejala tersebut seketika, Anda harus pergi segera ke rumah sakit mengingat penyakit ini merupakan suatu kegawatan medis. Hal awal yang biasa dilakukan di UGD adalah membaringkan pasien dan memfleksikan kepala (menekuk leher ke arah depan) 30 derajat, lalu dilakukan CT-Scan sebagai pemeriksaan standar baku emas untuk menentukan apakah ini stroke iskemik atau stroke hemoragik, karena obat untuk keduanya amatlah berbeda. Prinsip pengobatan stroke iskemik adalah melarutkan bekuan darah atau sedangkan stroke hemoragik adalah untuk menghentikan pendarahan. Rehabilitasi pasca stroke membantu individu mengatasi cacat yang dihasilkan dari kerusakan penyakit ini. Sedangkan TIA sendiri merupakan “alarm” terhadap stroke sehingga meskipun pasien dengan TIA akan “sembuh” seperti sediakala dalam waktu <24 jam, pasien dengan TIA tetap harus mengkonsumsi obat pengencer darah yang didapatkan dari dokter serta menjaga pola hidup agar terhindar dari penyakit ini.

Ketika stroke menyerang, maka tubuh akan jatuh ke dalam risiko kematian. Sekalipun bertahan hidup, maka pasien akan mengalami kecacatan. Mengingat efek kecacatan dan kematian yang tinggi dari penyakit ini, maka sebaiknya Anda menghindari faktor-faktor risikonya. Periksa tekanan darah dengan rutin. Salah satu faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, kurangi makanan berminyak dan berlemak untuk menurunkan kolesterol. Orang yang pernah terkena serangan jantung berisiko terkena penyakit ini lebih besar, maka, jaga kesehatan jantung dengan olahraga yang cukup. Jika Anda merokok, kurangi, bahkan sebisa mungkin hentikan.

Selain penyakit STROKE, Jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol, lemak, atau zat lainnya pada dinding pembuluh darah. Jantung merupakan organ vital pusat aliran darah pada tubuh. Seiring bertambahnya usia, keelastisan pembuluh darah semakin menurun, diiringi dengan radikal-radikal bebas dan plak lemak yang dapat hinggap di dinding pembuluh darah. Penyakit jantung koroner secara medis disebut juga penyakit jantung iskemik. Penyakit ini termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Penyebab Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koronaria (arteri yang memasok darah ke otot jantung) menjadi mengeras dan menyempit. Hal ini disebabkan penumpukan kolesterol dan bahan lainnya, yang disebut plak, pada dinding pembuluh darah. Penumpukan ini disebut aterosklerosis. Plak akan semakin besar sehingga aliran darah ke otot jantung semakin sedikit dan semakin sulit. Akibatnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan darah atau oksigen yang dibutuhkan. Ketika jaringan kurang asupan, maka hal itu akan direspon sel sebagai apa yang kita kenal dengan “nyeri dada khas” yang disebut dengan “angina”, atau jika arteri koronaria tersumbat total, maka pasien dapat jatuh ke dalam kondisi “serangan jantung”. Serangan jantung inilah yang merupakan kegawatan medis karena menyebabkan kerusakan jantung permanen atau bahkan kematian.

Gejala Jantung Koroner

Jika plak belum mengganggu aliran darah, atau belum ada robekan plak, maka belum tentu ada gejala yang ditimbulkan. Namun, jika plak sudah cukup besar, maka gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

Nyeri dada atau ketidaknyamanan pada dada, nyeri ini bisa menjalar ke leher, rahang, bahu, dan tangan sisi kiri, punggung, perut sisi kiri (sering dianggap maag). Nyeri ini dapat ringan sampai dengan berat. Nyeri dada ini disebut dengan “angina”. Angina dapat bertahan selama beberapa menit. Jika plak belum menyumbat arteri koronaria secara total, maka angina akan mereda dengan sendirinya. Jika angina bertahan terus menerus, maka segera bawa diri Anda ke dokter.
Keringat dingin, mual, muntah, atau mudah lelah.

Irama denyut jantung yang tidak stabil (aritmia) bahkan bisa menyebabkan henti jantung (sudden cardiac arrest) yang bila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Jantung Koroner

Untungnya, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan mengurangi kemungkinan Anda mendapatkan penyakit jantung. Anda harus melakukan beberapa hal berikut:

Mengetahui tekanan darah secara rutin dan jaga agar tekanan darah dalam angka yang normal (<130/90 mmHg)
Olahraga teratur
Jangan merokok
Kontrol kadar gula darah
Kontrol kadar kolestrol dan trigliserid
Makan banyak buah dan sayuran
Menjaga berat badan yang sehat
Hindari stress berlebih
Makanan Sehat untuk Jantung

Dokter mungkin merekomendasikan jantung sehat makan, yang harus mencakup:

Produk susu bebas lemak atau rendah lemak
Ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon atau tuna, sekitar dua kali seminggu
Buah-buahan, seperti apel, pisang, jeruk, pir, plum dan
Kacang-kacangan, seperti kacang merah, lentil, buncis, kacang polong, dan kacang lima
Sayuran, seperti brokoli, kubis, dan wortel
Biji-bijian, seperti oatmeal, beras merah, dan jagung tortilla

Makanan yang wajib dihindari:

Daging merah
Makanan yang digoreng baik minyak nabati maupun hewani
Makanan dan minuman bergula

Penatalaksanaan Jantung Koroner

Aritmia maupun serangan jantung adalah karena kegawatan, maka kasus ini ditangani di UGD. Sebagai tatalaksana awal, pasien akan diberikan oksigen, aspilet sebagai pengencer darah, morfin sebagai antinyeri (karena sumbatan yang menyebabkan angina itu sangat nyeri), nitrogliserin sublingual (diletakkan di bawah lidah) untuk meredakan gejala. Untuk terapi definitif (terapi yang langsung menuju akar masalah), bisa dengan 2 cara: operatif dengan cara memasang ring, atau dengan obat r-TPA (Tissue plasminogen activator), yaitu suatu protein untuk menghancurkan bekuan darah yang menempel pada dinding pembuluh darah dan hanya diberikan sekali seumur hidup.

Pada pasien yang mengalami penyakit jantung koroner, setelah penanganan di UGD telah memberikan kestabilan pada pasien, obat yang wajib dikonsumsi sebagai obat rawat jalan adalah obat nitrogliserin sublingual dan obat aspilet.

 

sumber: doktersehat.com