Driver Grab bike menunggu orderan.p

SULSEL, TIMURNEWS – Keberadaan transportasi online seperti grab dan gojek telah menjadi kebutuhan masyarakat kita khususnya masyarakat yang berada di perkotaan namun keberadaan transportasi online ini banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal melakukan penipuan (fraud) seperti order fiktif atau dikenal dengan sebutan di Sulawesi Selatan pemain ” Tuyul”.

Sasaran utama dari pemain tuyul ini adalah mendapatkan bonus dari perusahaan penyedia jasa transportasi online.

Seperti apa cara kerja driver tuyul ini. Berikut hasil penelusuran timurnews terhadap driver grab dan gojek di Kota Makassar, Gowa dan Kabupaten Maros.

Penelusuran yang dilakukan terhadap driver gojek hanya sebagian kecil yang melakukan penipuan terhadap perusahaan dengan cara melakukan order fiktif itu pun mereka lakukan dalam keadaan terpaksa jika poin belum tercapai. Adapun order fiktif driver gojek kisaran 1 sampai 3 orderan. Namun sebagian besar driver gojek lebih memilih menerima atau melakukan pekerjaan real alasannya uang tunai dari pembayaran penumpang lebih tinggi dibanding grab, ini yang menjadi alasan driver gojek enggan melakukan kecurangan.

TISP AKUN DRIVER GRAB AMAN DARI SUSPEND

Sementara penelusuran terhadap driver grab hasilnya driver grab lebih banyak melakukan order fiktif dibanding driver gojek.

Beberapa driver grab yang ditemui di Kota Makassar kabupaten Gowa dan kabupaten Maros mengatakan Pembayaran jasa antar yang mereka lakukan terhadap penumpang sangat Kecil sehingga wajib bagi mereka untuk mencapai target yang ditetapkan oleh pihak grab agar bisa mendapatkan bonus tertinggi yakni Rp200.000 jika berhasil mengumpulkan 400 berlian dimana setiap perjalanan untuk grab bike akan mendapatkan 10 berlian kecuali perjalanan lebih dari 8 KM maka akan mendapatkan 15 berlian sementara untuk grab Express driver akan mendapatkan 12 berlian Adapun bonus berlian tertinggi grab memberikan kepada grabfood setiap perjalanan akan mendapatkan akan mendapatkan 25 hingga 30 berlian untuk mendapatkan berlian berlian ini tentu tidak mudah apalagi jika driver hanya mengandalkan grab bike dengan kata lain hanya menang mengangkut orang untuk mendapatkan 400 berlian tentu driver harus mengangkut orang 40 dengan waktu yang diberikan mulai pukul 00.00 hingga pukul 00.00 atau dengan kata lain waktu diberikan kepada driver oleh grab 24 jam.

Tentu agar bisa lebih cepat mencapai poin tertinggi yang telah ditetapkan oleh pihak grab maka kebanyakan driver grab memilih jalan pintas dengan melakukan tindakan curang atau melakukan penipuan terhadap sistem grab dengan melakukan order fiktif dan order fiktif yang dilakukan tentunya tidak sesederhana yang dipikirkan seperti order diri sendiri lalu mengambil kendaraan dan mengantar orderan hingga tujuan cara kerjanya tidak seperti itu namun cara kerja ini masih banyak juga dilakukan oleh driver grab yang tidak memiliki aplikasi tambahan atau aplikasi yang dilarang oleh grab di Smartphone mereka tetapi cara kerja mereka smartphone akun driver terlebih dahulu dimodifikasi yang pastinya smartphone terlebih dahulu di root agar bisa menampung aplikasi aplikasi besar yang nantinya aplikasi aplikasi ini digunakan untuk melakukan order fiktif dan penipuan serta tidak terbaca oleh sistem grab di saat mereka beraksi. Seperti menambahkan apk Fake (GPS) Global Positioning System.

Jika perusahaan penyedia layanan transportasi online grab mengatakan sistem mereka telah aman dan driver grab tidak bisa lagi melakukan penipuan serta menggunakan akun driver grab milik orang lain karena memiliki sistem verifikasi wajah yang mewajibkan driver pemilik akun terlebih dahulu melakukan verifikasi wajah agar akun driver bisa aktif, maka anggapan itu salah besar karena driver tuyul memiliki aplikasi lebih canggih lagi dari apa yang dimiliki grab. Dimana saat akan mengaktifkan aplikasi driver grab mereka tidak perlu melakukan verifikasi wajah karena mereka telah menggunakan aplikasi yang bisa mengatasi semua itu, sehingga tidak ada hambatan dalam melakukan penipuan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran Grab Indonesia, Mediko Azwar, berkata penipuan seperti ini merupakan tantangan industri yang tidak bisa dihindari.

“Semua pihak dirugikan dengan adanya fraud ini. Saat ini kepercayaan masyarakat kepada industri ride hailingdipertaruhkan pada bagaimana perusahaan meningkatkan fitur keamanan yang andal dan inovatif di dalam sistemnya,” ujarnya.

Sebagai inisiatif untuk memerangi opik ini, Grab terus memperkuat program “Grab Lawan Opik” dengan kepolisian.

Dalam program tersebut, Grab telah berhasil menangkap sindikat dan mitra pengemudi yang telah terbukti melakukan kecurangan di beberapa kota, seperti Jakarta, Makassar, Semarang, Surabaya, dan Medan. Gabungan program dan fitur ini terbukti telah mengurangi tindak kecurangan hingga 80 persen.

Selain itu Grab sudah menerapkan fitur ‘Anti-Tuyul’. Fitur yang diluncurkan pada akhir tahun lalu itu memungkinkan Grab memblokir mitra pengemudi yang memiliki aplikasi fake GPS atau yang lebih dikenal ‘Tuyul’.

Untuk mendapatkan kembali akses terhadap akunnya, mitra pengemudi harus menghapus seluruh apliksi fake GPS yang dimilikinya. Sementara untuk layanan GrabCar, ada pula fitur ‘driver selfie authentication’.

Melalui fitur ini, mitra pengemudi diwajibkan mengambil dan mengunggah swafoto dirinya sebelum memulai atau meneruskan perjalanan. Cara ini dilakukan untuk memastikan hanya pengemudi terverifikasi yang memakai akun tersebut. (*)