Dosen PTP FT UNM Secara Terpadu Ajar Warga Bertanih Ramah Lingkungan
Dosen PTP FT UNM Secara Terpadu Ajar Warga Bertanih Ramah Lingkungan. Ist

TIMURNEWS.COM, MAROS – Tak Hanya bertindak sebagai Dosen bagi Mahasiswa di Kampus. Namun, Dosen juga mampu dalam mengedukasi masyarakat.

Hal ini yang dilakukan para Dosen Jurusan Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Makassar yang secara terpadu memberikan edukasi kepada para masyarakat terkait pembuatan Pupuk Kompos secara terpadu.

Kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan pelatihan pembuatan kompos dan Mikroorganisme Lokal (mol) sebagai pengurai dari bahan baku limbah rumah tangga.

Koordinator Kegiatan, Ratnawaty Fadilah mengatakan selama ini limbah rumah tangga hanya dibuang begitu saja, para warga tak memanfaatkan hal tersebut.

“Kalau kita liat selama ini warga hanya buang begitu saja limbahnya mereka tidak tau bahwa itu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang ramah lingkungan,” ucapnya, Sabtu (12/9/2020).

Kata dia, selain pemberian pemahaman terkait pupuk kompos, pihaknya pula turut lakukan pengenalan pestisida alami yang terbuat dari daun sirih dan serai yang bisa menggantikan pestisida kimia yang dapat memberikan dampak negative.

“Selain itu kita juga berikan pemberian pemahaman pestisida yang ramah lingkungan dan juga pengenalan tanaman refugia yang dapat membantu mengendalikan hama pada tanaman padi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ratnawaty mengatakan Kegiatan ini dilakukan karena masalah yang dihadapi petani di Desa semakin memprihatinkan, mulai dari penurunan kualitas kesuburan tanah, penurunan produktifitas, harga pupuk semakin mahal dan sering langka, serangan hama semakin banyak.

Selain itu, ketergantungan pupuk semakin menyulitkan petani terutama sering terjadi kelangkaan pupuk saat musim tanam tiba.

“Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk dari perhatian kami akan kondisi pertanian sekarang,” sebutnya.

Dirinya berharap Kegiatan ini mampu memberikan alternative pembuatan pupuk dan pestisida alami ramah lingkungan kepada petani untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat dapat memilih alternatif pertanian yang ramah lingkungan yang tidak berdampak pada hasil dan kesehatan,” tutupnya. (Anca)

Berikut Tema PKM yang diberikan kepada Masyarakat. 

PKMS Aplikasi Sistem Leisa (Low External Input Sustainable Agriculture) Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan.

Kordinator: Ratnawaty Fadilah, S.TP., M.Sc, Anggota: Reski Praja Putra, S.TP., M.Si,

Amiruddin Hambali, S.TP., M.Si

PKM Sistem Agribisnis Berbasis Zero Waste Agriculture Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Masa Pandemi Covid-19.

Kordinator: Dr. Nur Rahmah, M.Si, Anggota: Andi Muh. Akram Mukhlis, S.T., M.S; Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si

PKM Pemanfaatan Tanaman Refugia Untuk Mengendalikan Hama Tanamam Padi.

Kordinator: Amirah Mustarin, S.Pi.M.Si, Anggota = Dr. Muh. Rais, MP.,MT. dan Reski Febyanti Rauf, S.TP.,M.Si

PKM Pemanfaatan Pestisida Alami Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Didesa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros

Koordinator; Dr. Andi Sukainah., STP., M.Si, Anggota: Nunik Lestari, S.TP., M.Si dan Andi Alamsyah Rivai, S.Pi., M.Si.