MAKASSAR, TimurNEWS.com – Kemiskinan, seakan tak dapat dipisahkan dengan kehidupan kota. Karena kemiskinan itu, bermacam-macam fenomena sosial bermuncul, mulai dari premanisme, anak jalanan, pergaulan bebas dan masih banyak lagi lainnya. Karena kemiskinan pula banyak pasangan yang menjalin ikatan perkawinan yang tidak sah menurut Undang-undang.

Dinsos Makassar Gelar Nikah Massal | Int
Dinsos Makassar Gelar Nikah Massal | Int

Secara aturan agama dan budaya, hubungan diatara pasangan-pasangan ini sah-sah saja, tetapi Indonesia memiliki aturan sendiri yang wajib dipatuhi oleh warganya, jika tidak mau repot dikemudian hari. Ikatan perkawinan yang dilakukan harus legal dalam hal ini memiliki kekuatan hukum, demi kemudahan birokrasi pasangan itu sendiri.

Tentu pasangan-pasangan yang menikah tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku tidak mau jika pernikahan mereka dilakukan secara ilegal menurut Negara. Tetapi lagi-lagi, karena kemiskinan dan mahalnya biaya pernikahan menurut mereka sehingga tidak melakukan pernikahan secara sah.

Menyikapi fenomena ini, Dinas Sosial Kota Makassar, Rabu dan Kamis (3-4/12) akan menggelar Isbat nikah Massal di SMKN 4 Makassar dengan jumlah peserta 200 pasangan. Setiap harinya sebanyak 100 pasangan suami istri akan dinikahkan oleh hakim Pengadilan Agama Kota Makassar.

Andi Muh Yasir, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Selasa (2/12) mengatakan Dinas Sosial yang memprakarsai Isbat ini bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Internasional Australia Indonesia Partnership for Justice Program (AIPJ).
Setalah dilakukan Isbat, maka pasangan suami istri yang sebelumnya tidak memiliki surat keterangan nikah, telah bisa memiliki. “Tidak ada sama sekali pungutan biaya,” kata Yasir. Menurut Yasir, dari 500 kabupaten/kota di Indonesia baru 40 kabupaten/kota yang melakukan kegiatan seperti ini.

Di Sulawesi Selatan baru dua kabupaten/kota yang melakukan isbat yaitu Kabupaten Bone, 50 pasangan. Dan Kota Makassar, 200 pasangan. Kegiatan yang sama pernah dilakukan di Kota Makassar namun hanya sebatas nikah lalu diberikan surat nikah. Sementara isbat kali ini beda dengan sebelum-belumnya dimana kali ini pasangan suami istri tidak hanya mendapatkan surat nikah tetapi mereka juga diberikan akte kelahiran secara gratis.

“Bukan hanya pasangan yang menikah diberikan akte kelahiran tetapi anak-anak mereka juga akan diberikan,” kata Yasir. Seperti pesta pernikahan umumnya, setelah dilakukan isbat, maka akan dilanjutkan dengan acara resepsi yang akan dilaksanakan 15 Desember mendatang di Gedung PKK Kota Makassar. | MAPPARENTA