PANTI PIJAT : SatpolPP Kota Makassar segel Panti Pijat di Malengkeri. int

MAKASSAR, TIMURNEWS.COM – Keberadaan panti pijat di Kota Makassar, khususnya di wilayah Malengkeri, belakangan ini menjadi sorotan, penyebabnya tempat usaha tidak mengikuti aturan yang ditetapkan.

Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Makassar, selaku penegak perda, Rabu (19/06/2019) sore melakukan penindakan dengan menyegel panti pijat yang berada dalam radius 200 meter dari tempat ibadah dan sekolah. Saat mealkukan penyegelan SatpolPP bersama tim terkait hanya menyegel dua panti pijat dari lima panti pijat yang seharusnya disegel.

Bahkan salah satu panti pijat yang masuk daftar segel. Tidak ditindak dengan alasan panti pijat yang dimaksuk sudah tutup. Namun kenyataan di lapangan, panti pijat tersebut hanya pindah atau bergeser tak jauh dari tempat usaha sebelumnnya.

Pemilik panti pijat menyampaikan kepada wartawan, jika tempat barunya tersebut belum diketahui pemerintah setempat dalam hal ini pihak kelurahan dan kecamatan.

“Saya miliki izin sejak 2016,” kata pemilik panti pijat.

Dia juga mengatakan izinnya tersebut baru berakhir pada tahun 2021. Namun yang menjadi pertanyaan sejumlah pihak izin yang dimaksud terebut izin untuk tempat usaha sebelumnya bukan yang sekarang walaupun jenis usaha sama.

Bahkan dia menyalakan pihak yang memberikan izin. Dimana dia mengatakan jika memang tempat usahanya dianggap penyalahi aturan kenapa izinnya dikeluarkan.

“Kalau ada aturan seperti itu kenapa saya diberikan izin usaha,” katanya.

Adapun tim gabungan yang dipimpin Kabid PPUD Satpol PP, Mufli menjelaskan penutupan panti pijat yang dilaksanakan oleh tim gabungan yag terdiri dari beberapa instansi, telah sesuai rekomendasi dari Dinas Pariwisata Kota Makassar.

“Kami laksanakan sesuai rekomendasi karena panti pijat ini berada pada radius 200 meter dari tempat ibadah,” kata Mufli.

Mufli juga mempertegas, Perda Kota Makassar, Nomor 5 Tahun 2017 terkait izin operasi dan zona yang tak boleh dibawah radius 200 meter sebagai mana yang tercantum dalam pasal 33 ayat 1.

Diketahui rekomendasi penutupan atau penyegelan panti pijat di wilayah manuruki ada 5 tempat yakni :

1. Panti Pijat Aryana
2. Panti Pijat Citra
3. Panti Pijat Malino
4. Panti Pijat Gemini
5. Panti Pijat Mawar

Namun dari kelima panti pijat tersebut hanya dua panti pijat yang disegel dengan alasan tiga lainnya sudah tutup. (*)