GOWA, TIMURNEWS.COM – Upaya pihak kepolisian dalam setiap menerima laporan harus ditindaklanjuti dengan seefektif mungkin. Sasaran adakah agar permasalahan masyarakat bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Hal ini menunjukkan bahwa Plolri benar-benar adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

Kewenangan Polri untuk melakukan penegakan hukum dapat saja dilakukan namun bila seorang korban  ingin permasalahannya diselesaikan dengan cara kekeluargaan maka wajib bagi anggota Polri membantu melakukan problem solving tersebut.

Namun sayang karena upaya penyelesaian problem solving itu malah dipelintir oknum wartawan.

Seperti kasus permasalahan yang terjadi, Selasa (7/4/2020) siang di Polsek Barombong dimana seorang wanita   berinisial RI mengadukan dirinya telah dianiaya oleh seorang laki laki  berinisial ST.

Pasca korban mengadukan permasalahannya selanjutnya anggota membawa korban menemui terduga pelaku dirumahnya untuk dimediasi namun tidak ada titik temu dan terjadi adu mulut.

Agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat kemudian petugas mengundang terduga pelaku untuk datang bersama kepala dusun ke Polsek untuk dimediasi kembali. Lalu terduga pelaku menyanggupinya dan selama tiga jam korban menunggu di Polsek, namun terduga pelaku tak kunjung datang.

Melihat hal itu selanjutnya korban pun menjelaskan kepada petugas bahwa permasalahan tersebut dianggap telah selesai dan korbanpun berangkat bekerja.

Sejam kemudian terduga pelaku tiba dengan membawa awak media dan menanyakan tentang surat panggilan terhadap pelaku kemudian anggota Polsek menjelaskan bahwa tidak ada surat panggilan namun diundang untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Pasca terduga pelaku diundang di Polsek lalu kemudian awak media  mengangkat pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta kemudian Kasubag Humas Polres Gowa pun mengklarifikasi  kronologis sebenarnya.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan sangat menyayangkan etika seorang oknum wartawan  yang mengangkat judul dan isi berita yang tidak sesuai fakta dimana dalam pemberitaan tersebut mengatakan bahwa pihak Kepolisian atau penyidik melakukan tindakan tidak sesuai dengan prosedur. Pemberitaan inipun dinilai pihak Kepolisian sangat menyudutkan institusi Polri.

” Semoga dengan klarifikasi atas pemberitaan ini seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui kronologis sebenarnya dan tidak mempercayai berita hoax yang banyak beredar di link pemberitaan tanpa memenuhi standar lode etik jurnalistik (KEJ),” ungkap Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan.

Kasubag Humas Polres Gowa menambahkan bahwa klarifikasi untuk pemberitaan termaktub yang telah beredar di beberapa media online tersebut, pun telah dilayangkan pihak Polres Gowa. Namun sayang sejumlah media online yang memuat berita berindikasi memutarbalikkan fakta itu, ketika diricek alamat situs dan websitenya ternyata tidak tertera sejumlah konten terkait identitas media online bersangkutan.

” Kami sudah melayangkan klarifikasi atau hak jawab kami (Polres Gowa) terkait pemberitaan menyudutkan institusi Kepolisian, namun setelah kami cari alamat masing-masing media online bersangkutan, tidak tertera dalam website media bersangkutan,” tambah AKP Mangatas Tambunan.(*)