SULSEL, TIMURNEWS.COM – Seiring dengan kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, berbagai kalangan menaruh harapan besar agar penurunan ini juga segera diikuti dengan penurunan harga barang lainnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng, berharap dalam waktu tiga bulan, pemerintah bisa menurunkan harga barang. Hal ini dikatakannya membutuhkan komitmen yang sangat besar dari pemerintah.

“Suka tidak suka harus diturunkan, tidak boleh menahan. Kan seharusnya apabila terjadi penurunan, harga barang juga turun, tapi tidak terjadi seperti itu. Kalau BBM naik, harga barang langsung naik,” kata La Tunreng,” kata La Tunreng, melalui sambungan telepon, kemarin.

Terlebih lagi, dikatakannya penurunan harga ini pastinya sudah berdampak pada penurunan biaya angkutan (transportasi).

“Kan sudah berpengaruh terhadap transportasi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel bersama pihak terkait lainnya yang dilaksanakan Selasa (5/4) lalu, tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami penurunan senilai lima persen.

“Keputusan untuk AKDP diturunkan lima persen dari tarif yang berlaku di lapangan. Misal, ke Palopo Rp100 ribu, berarti turun Rp5.000,” ungkap Darwis Rahim, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel, beberapa waktu lalu.

Sementara, untuk tarif Angkutan Antar Kota diturunkan Rp500, sama halnya dengan tarif angkutan dalam kota Makassar yang diturunkan baru-baru ini.

“Kalau taksi, yang selama ini tarif buka pintu Rp 7.000, turun menjadi Rp 6.000, turun Rp 1.000. Per kilometernya Rp 5.200 turun menjadi Rp 4.800. Kalau Damri sama saja dengan akutan kota yang turun Rp500,” terangnya. (DS)