MAJENE, TIMURNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah mengeluarkan permintaan kepada Andi Irfan Sulaeman Balimalipu selaku kader Partai Gerindra untuk kesediaanya dilantik menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene, menggantikan almarhum Andi Usman melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dijadwalkan 21 Agustus besok.

Namun, calon Wakil Bupati Majene itu kembali meminta kepada DPRD Sulbar untuk menjadwalkan kembali tentang pelantikanya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Majene.

“Saya sudah memasukan surat ke DPRD Sulbar mengenai penundaan pelantikan saya untuk menggantikan almarhum Andi Usman selaku Anggota
DPRD Majene, ” kata Irfan, Kamis malam (20/8).

Posisinya saat ini, yang turut maju di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mejene dengan mendampingi Arifin Nurdin selaku calon Bupati Majene, menyebabkan dirinya meminta pengunduran penjadwalan pelantikan terhadap dirinya menjadi legislator.

“Itulah soal musababnya saya meminta penjadwalan ulang pelantikan saya sebagai Anggota DPRD Sulbar. Jadi tidak benar kalau saya tidak mau di lantik, ” terangnya.

Meskipun dirinya dilantik menjadi Anggota DPRD Majene menggantikan almarhum Andi Usman, langkah politiknya akan tetap lanjut di Pilkada Majene dengan meninggalkan jabatanya sebagai anggota dewan sesuai
aturan yang berlaku.

“Saya tegaskan, saya siap di lantik dan mundur. Namun, jika sudah ada regulasi aturan yang jelas mengatur tentang pelantikan saya dan sebagai calon wakil bupati,” tandasnya.(ri)