Amien Rais.

TIMURNEWS.COM – Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais menyatakan siap berada dalam barisan terdepan bersama rakyat jika terjadi perang total. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri konsolidasi internal relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/05/2019).

“Jadi kalau diajak jihad, saya paling depan Insya Allah,” kata Amien Rais.

Menurutnya, kubu pendukung Prabowo-Sandi sanggup menghadapi total war atau perang total dibanding pihak petahana atau yang dia sebut sebagai pihak penguasa. Dalam sejarah, kata Amien Rais tak ada istilah rakyat kalah dari penguasa jika keduanya saling berhadap-hadapan.

“Kita kalau ada total war, kita lebih sanggup dari total war insya Allah, tidak ada ceritanya rakyat kalah sama penguasa,” katanya.

Dua jam usai pencoblosan pilpres pekan lalu. Dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Prabowo-Sandi dalam posisi kalah dari pasangan Jokowi-Ma’ruf. Namun, beda halnya dengan perhitungan yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi yang mengklaim telah memenangi Pilpres 2019 dengan meraup 62 persen suara.

Amien Rais juga optimis, Oktober nanti dipastikan akan ada pergantian kekuasaan di Indonesia.

“Tenang saja, nanti akan ada pergantian yang sejuk, yang konstitusional, demokratis, itu kemauan kita tapi kalau ngajak perang total saya kira kita lebih bergembira ria,” katanya.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan “Saya akan menyampaikan catatan sedikit pada pertengahan Maret, tokoh salah satu di pemerintahan sekarang ini kalau tidak salah namanya Moeldoko, dia mengatakan akan menerapkan perang total atau total war, di sana dikatakan pemerintah akan menggunakan segenap daya dan dana kemampuan pemerintah untuk mencapai 70% masuk ke calon 01.”

Amien Rais juga menyinggung soal Capres Jokowi yang pernah mengatakan dihina selama 4 tahun. Saat itu, kata Amien, Jokowi menurutkan akan melawan.

“Sebulan setelah itu pada pertengahan April Pak petahana mengatakan saya 4 tahun dihina, direndahkan tapi di sini saya akan lawan. Bro, yang dilawan siapa? Jadi Pak Jae akan melawan rakyatnya sendiri. Maka itu saya mengingatkan bahwa demokrasi kita sudah bersubstansi otoriterisme,” ucapnya.

Amin mengaku tak gentar dengan seruan total war yang menurutnya sempat diucapkan Moeldoko. Sebab, menurutnya, pemerintah tak bisa mengalahkan suara rakyat.

VIDEO REAL COUNT KPU, RABU (24/04/2019) :