laporan Hariadi Talli

 

GOWA – TIMURNEWS.COM –  Ormas yang tergabung dalam Forum Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) menggelar orasi di depan kantor Dinas inspektorat Kabupaten Gowa yang di kawal oleh puluhan keamanan dari Polres Gowa, bersama Satpol PP Rabu (30/10/2019) siang tadi.

Dalam aksinya, puluhan Anggota Ormas (AMAK) Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi ini meminta kepada penegak hukum Inspeektorat agar kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Gowa Khususnya di desa Berutallasa Kecamatan Biringbulu benar-benar diungkap, sehingga tidak ada kata-kata mandul dan masuk angin.

Sementara itu di Makassar dan Kabupaten Gowa telah membentuk Tim Saber Pungli Yang dikomandoi Makkulawu Basir juga Angkat Bicara dan mengatakan, Penegak Hukum mandul dan masuk angin dalam menangani kasus korupsi Yang ada, padahal banyak perkara dugaan korupsi yang sudah sampai di Inspektorat juga di Kejaksaan tetapi tidak ada tindak lanjutnya.Tuturnya saat ditemui di kediamannya di Mallengkeri Kota Makassar usai Orasi.

Sementara itu Wawan lagi menambahkan, “Bahwa Aliansi mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) salah satu perwakilan Ormas yang tergabung di forum Mahasiswa tersebut, Sekedar mengingatkan para penegak hukum baik itu Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat Pemkab kab Gowa agar selalu transparansi dan terbuka buat publik.

Ditempat Yang sama “menurut Kadis Inspektorat Kab Gowa HAMSINAH saat dikonfirmasi terkait Aksi Mengatakan, “Bahwa “Hal ini sudah sering kami hadapi bahkan sudah keempat (4) kalinya kami didatangi aksi demo dengan titik masalah ini saja menyangkut penggunaan dana AD /ADD di desa Berutallasa Kec Biringbulu Di Anggaran tahun 2018 lalu, kami Anggap Sah Sah saja dikarenakan itu sudah hak mereka untuk mengawasi AD dan ADD Yang dikelolah oleh Aparat pemerintah desa. Tuturnya.

Sementara itu Wawan Menambahkan yang dilakukan Inspektorat itu upaya pencegahan. “Inilah yang membuat supremasi hukum di Kab Gowa semakin buruk dimata masyarakat, karena Aparat dan Kejaksaan tidak independen lagi dan hanya menunggu rekomendasi Inspektorat, “jika dilirik pengerjaan ada sekitar Empat titik Kerja Yang kami nilai ada Keganjilan ,Yaitu : Pemerataan jalan Tani Jarak 400, M. Dengan besar anggaran (69.736.100, Sementara Pembangunan Talud Sepak bola 75 M, Nilai Anggaran (212, 287, 500) ,Pembangunan WC Umum Yang Katanya Fisiknya tidak diperiksa oleh Pihak Inspektorat dan dilakukan Audit, Kami ingin ada kejelasan ujarnya.

Penegak hukum di kab gowa dinilai tidak lagi sebagai panglima, tapi terkesan seperti budak Inspektorat. Sehingga Kami Aliansi (AMAK) perlu untuk menggugah dan mengingatkan para penegak hukum di Kab Gowa benar-benar professional dan transparansi dalam menegakkan kebenaran.

Sementara itu, perwakilan aksi demo Wawan Hermawan di terima baik oleh pihak inspektorat, Namun malah Bersama Adu argumentasi sehinggah tidak membuahkan hasil,(*)