SEOUL, TIMURNEWS.COM – Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mulai latihan bersama dalam skala besar, Senin (7/3) latihan ini merupakan ujicoba tahunan sistem pertahanan melawan Korea Utara, dalam latihan gerakan perang nuklir dan mengancam menanggapi penyerangan besar-besaran.

Korea Selatan mengatakan bahwa latihan tersebut akan menjadi yang terbesar, menyusul ujicoba nuklir keempat Korea Utara pada Januari lalu, dan sebuah roket jarak jauh yang diluncurkan bulan lalu yang memicu resolusi Dewan Keamanan PBB dan serangkaian sanksi baru yang berat.
Korea Utara yang terasingkan menyangkal segala kritik atas sejumlah program nuklir dan roket mereka, bahkan yang berasal dari sekutu lamanya, minggu lalu, pemimpin Korut, Kim Jong Un memerintahkan negaranya untuk siap menggunakan senjata nuklir untuk menghadapi apa yang dia pandang sebagai peningkatan ancaman dari pihak musuh.

Komando militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka telah menginformasikan kepada Korea Utara akan tujuan non-provokatif dari latihan ini, yang melibatkan sekitar 17.000 orang pasukan Amerika dan 300.000 lainnya dari Korea Selatan.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya tanda apapun terkait aktivitas militer yang tidak biasa di Korea Utara. Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara mengatakan bahwa tentara Korea Utara beserta rakyat menyadari akan keinginan terbesar negara Korea untuk reunifikasi melalui perang suci bagi keadilan, dalam tanggapannya terhadap serangan apapun yang diluncurkan oleh pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pernyataan Komisi Korea Utara yang diterbitkan oleh kantor berita nasional Korea Utara, KCNA, mengatakan “Kemiliteran dan rakyat Korea Utara akan melancarkan serangan besar-besaran untuk menangkal pergerakan perang nuklir yang berasal dari Amerika Serikat beserta pengikutnya.”

Republik Rakyat Demokratis Korea (DPRK) merupakan nama resmi dari Korea Utara, mereka seringkali mengeluarkan ancaman militer untuk menanggapi latihan tahunan yang mereka anggap sebagai sebuah persiapan untuk melawan mereka. Ancaman yang dikeluarkan sejalan dengan hal yang biasa mereka keluarkan untuk mencela latihan itu.

Sejumlah sanksi PBB terbaru yang dijatuhkan kepada Korea Utara dirancang oleh Amerika Serikat dengan Tiongkok, sebagai bentuk hukuman atas uji coba nuklir dan peluncuran roket yang dipandang sebagai uji coba teknologi misil balistik oleh Amerika Serikat dan kalangan Internasional. Pihak militer Korea Selatan dan Amerika Serikat mulai mengadakan pertemuan pada Jumat untuk menempatkan sebuah sistem antimisil mutakhir, Pertahanan Wilayah Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) di Korea Selatan. (*)