ilustrasi

WAJO, TIMURNEWS – Pemilihan calon anggota legislatif (Caleg) akan dilaksanakan serentak, Rabu (17/04/2019) mendatang bersamaan dengan pemilihan Presiden RI.

Di Kabupaten Wajo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mencatat ada 458 caleg sementara berjuang merebut hati rakyat agar bisa mendapatkan gelar anggota dewan. Tentu tidak semua dari ratusan caleg tersebut bisa menjadi anggota dewan Kabupaten Wajo, karena hanya ada 40 kouta tersedia, sehingga 418 lainnya suka atau tidak suka mulai sekarang sudah harus menyiapkan mental mendapatkan gelar “Caleg Gagal” dan merasakan kekecewaan atas perjuangan mereka yang gagal meraih simpati rakyat.

Di DCT itu jumlah caleg 458 setelah ada 5 yang TMS,” kata Komisioner KPU Wajo Devisi Teknis, Muhammmad Mursyidin kepada Wartawan, Selasa (09/04/2019).

Menurutnya di Kabupaten Wajo ada 6 daerah pilihan (Dapil). Dapil 1 meliputi Kecamatan Tempe, caleg di dapil ini sebanyak 75 orang sementara kursi tersedia hanya 7 saja.

Dapil 2, meliputi Kecamatan Tanasitolo dan Kecamatan Majauleng, cuma ada 7 kursi yang diperebutkan 83 caleg.

Dapil 3, meliputi Kecamatan Belawa, Kecamatan Gilireng, dan Kecamatan Maniangpajo, ada 7 kursi yang diperebutkan 69 caleg.

Dapil 4,  meliputi Kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Keera,  ada 7 kursi yang diperebutkan 76 caleg.

Daerah pemilihan 5 yang meliputi Kecamatan Sajoanging, Kecamatan Bola, Kecamatan Takkalalla, dan Kecamatan Penrang, disiapkan 8 kursi yang diperebutkan 96 caleg.

Dan untuk dapil 6, meliputi Kecamatan Sabbangparu dan Kecamatan Pammana, cuma ada 5 kursi yang diperebutkan 59 caleg.

Sebelumnya, pasca penetapan DCT, ada 463 caleg yang lolos. Namun seiring berjalannya waktu, ada 5 caleg yang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau DCT dengan berbagai alasan.

“Ada yang meninggal, ada juga yang lolos CPNS jadi mengundurkan diri, dan ada yang ijazahnya tidak sesuai peruntukan,” jelas Mursyidin. (AMPA)