TIMURNEWS.COM–Sebanyak 23 warga sipil tewas akibat serangan rudal menghantam tiga rumah sakit dan sekolah di kota-kota yang dikuasai pemberontak Suriah. Tentara Suriah dibantu oleh pasukan Rusia secara intensif menekan kubu pemberontak di Aleppo.

Istilah pemberontak itu dilekatkan kepada warga Suriah yang bergabung melawan kekejian rezim Bashar Assad, dan kini didukung penuh Rusia dan beberapa sekutunya dengan bantuan militer.

Dilansir detik.com, Senin (15/2/2016), Setidaknya 14 warga sipil tewas dalam serangan rudal di kota Azaz, Suriah yang dengan Turki. Rudal tersebut menghantam sebuah sekolah dan rumah sakit anak-anak. Bom juga menyerang penampungan pengungsi di selatan kota dan konvoi truk yang melintas.

Foto: Int
Foto: Int

“Kami telah mendengar tangisan pilu dari anak-anak di rumah sakit. Sedikitnya dua anak tewas dan puluhan orang luka-luka,” ujar petugas medis Juma Rahal.

Rudal juga dilaporkan menghantam rumah sakit lain di kota Marat Numan di provinsi Idlib, di barat laut Suriah. Dilansir dari AFP, Senin (15/2/2016), serangan ini menewaskan sedikitnya 7 orang dan 8 orang disebut hilang.

Rumah sakit itu dikelola oleh MSF. Sebuah organisasi yang mengirim dokter dan petugas kesehatan ke daerah-daerah miskin dan berbahaya di dunia. Korban yang tewas merupakan 5 pasien, seorang perawat dan satpam rumah sakit, dan sedangkan 8 korban yang dinyatakan hilang semuanya anggota staf rumah sakit.

“Hal ini merupakan serangan yang disengaja dalam bidang kesehatan. Kami mengutuk serangan ini sekeras mungkin,” tegas Kepala misi MSF untuk Suriah, Massimiliano Rebaudengo.

“Penghancuran rumah sakit ini membiarkan penduduk lokal sebanyak 40.000 orang tanpa akses ke pelayanan medis di zona aktif konflik,” kata Rebaudengo.

Menurut MSF ada sekitar 4 rudal yang menghantam fasilitas milik mereka. Di antaranya 30 kamar untuk pasien yang memiliki 54 staf, dua ruang operasi, departemen pasien rawat jalan dan gawat darurat. Organisasi ini mengelola sekitar 150 rumah sakit di Suriah.

Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah menyebut serangan rudal juga menghantam Rumah Sakit Nasional di Kota Maarat Numa. Serangan di rumah sakit di tepi utara kota itu menewaskan dua perawat.

Warga di kedua kota ini menyalahkan serangan Rusia. Mereka menyebut pasukan pesawat yang dikerahkan dan amunisi yang digunakan lebih kuat dibanding biasanya. Petugas penyelamat dan kelompok hak asasi mengatakan pemboman Rusia telah menewaskan sejumlah warga sipil di tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit, sekolah dan daerah pemukiman di Suriah.

Rusia memulai operasi udaranya pada 30 September 2015 lalu guna mendukung sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad. Moskow mengklaim serangan-serangan udaranya dilancarkan untuk menargetkan ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Namun kelompok oposisi dan warga Suriah menyatakan, serangan udara Rusia itu telah merenggut banyak nyawa warga sipil di daerah-daerah sipil yang jauh dari garis depan pertempuran.(*)