MAKASSAR, TIMURNEWS – Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir meminta Badan Pertanahan Nasional(BPN) untuk membuka seluruh data yang diperlukan oleh Tim Penyelamat Fasum-Fasos. Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir,mengatakan BPN harusnya membantu kerja-kerja pemerintahan dengan memberi akses seluas-luasnya kepada Tim Penyelamatan Fasum-Fasos.

“Tidak boleh menutup-nutupi. Kalau seperti ini kesannya ada oknum BPN yang terlibat dalam hilangnya Fasum-Fasos pemkot,” ungkapnya di DPRD Makassar.

Lanjut Legislator Golkar tersebut, BPN memang ditenggarai terlibat dalam hilangnya beberapa Fasum-Fasos. Karena itu, untuk menghilangkan kecurigaan tersebut, BPN harusnya segera memberikan data yang dibutuhkan. “Kejari akan lamban mendapatkan fasum-fasos kita. Kalau BPN tidak membantu memberikan data yang valid atau dibutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat, Abdi Asmara juga mengungkapkan agar BPN segera mengeluarkan data yang dibutuhkan Tim Fasum-Fasos. Sebab banyak yang tidak jelas diperdebatkan karena tidak ada data yang valid.

“Verifikasi yang dilakukan pemerintah kota memang sangat berkaitan dengan data di pertanahan (BPN). Rata-rata fasum-fasos yang hilang ini di perumahan-perumahan yang sudah lama. Dan datanya itu pasti ada di BPN,” jelasnya.

Karena itu, menurutnya, data dari BPN memang sangat diperlukan untuk dicocokkan dengan tinjauan di lapangan. Seharusnya, lanjut legislator Demokrat tersebut, tim tetap bekerja sembari menunggu data dari BPN. “BPN juga harus segera membuka datanya agar kerja tim fasum-fasos juga bisa cepat,” tutupnya. (*)