MAKASSAR, TIMUR NEWS – Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Nomor 60 Tahun 2018 tentang Pedoman Pendaftaran Jemahaah Haji Reguler. Untuk terlaksananya proses pembatan pendaftaran jemaah haji reguler, diperlukan mekanisme dan administrasi yang baik.

Tata Cara Pembatalan Pendaftaran Jemaah Haji

A. Pendaftaran Nomor Validasi

1. Pembatalan nomor validasi dilakukan oleh calon jemaah haji yang bersangkutan di Kankemenag Kabupaten/Kota dengan membawa persayaratan sebagai berikut :

a. Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6000 yang ditujukan kepada Kepala Kankemeneg Kabupaten/kota.
b. Bukti asli tanda setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH.
c. Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH.
d. Jemaah wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
e. Fotocopy buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
F. Fotocopy KTP dan memperlihatkan aslinya.

B. Pembatalan Pendaftaran Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia

2. Pembatalan nomor validasi jemaah haji yang telah meninggal dunia, pembatalan validasi dilakukan di Kankemeneg Kabupaten/Kota oleh ahli waris/kuasa waris dengan membawa persyaratan sebagai berikut :

a. Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp 6000 dari waris/kuasa waris Jemaah Hajo yang meninggal dunia yang ditujukan kepada Kankemeneg Kabupaten/Kota.
b. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh kelurahan/kepala desa/rumah sakit setempat.
c. Surat keterangan waris bermaterai Rp 6000 yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa dan diketahui oleh camat.
d. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk oleh ahli waris untuk melakukan pembatalan validasi bermaterai Rp 6000.
e.Fotocopy KTP ahli waris/kuasa waris jemaah haji yang mengajukan pembatalan validasi dan memperlihatkan aslinya.
f. surat pernyataan tanggungjawab mutlak dari ahli waris/kuasa waris Jemaah Haji bermaterai Rp 6000.
g. Bukti Asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan BPS BPIH.
h. Asli aplikasi transfer setoran awal BPIH.
i. Ahli waris/kuasa waris wajib mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
j. Fotocopy buku tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah Haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya.
k. Fotocopy bbuku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif pada BPS BPIH yang sama dengan rekening jemaah haji wafat serta memperlihatkan aslinya.

Dalam hal bukti asli setoran awal BPIH dan/atau asli aplikasi transfer setoran awal BPIH sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b dan huruf c dan angka 3 huruf g dan huruf h hilang, jemaah haji/ahli waris/ kuasa waris wajib melampirkan keterangan hilang dari kepolisian dan fotocopy bukti setoran awal BPIH dan fotocopy aplikasi transfer setoran awal BPIH yang dilegalisr dari BPS BPIH. (*)