Mahasiswa dan Serikat Buruh berdemo di kantor Bulog regional Sulsel jalan Pettarani.

SULSEL, TIMURNEWS – Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI)  bersama Mahasiswa melakukan penutupan jalan di ruas Jalan A. P Pettarani, Makassar (8/6).

Aksi unjuk rasa tersebut terkait dugaan pelanggaran hak-hak para buruh/pekerja di BUMN Bulog Regional Sulawesi Selatan.

Peserta aksi melakukan menutup jalan dengan membakar ban dan melakukan orasi ilmiah.

Menurut keterang peserta aksi, aksi tersebut telah dilakukan sejak tiga hari lalu secara berturut-turut mulai hari Rabu 5 sampai Jum’at 8 hari ini.

Adapun tuntutan dalam aksi tersebut yakni meminta agar pimpinan Regional Bulog SulSel untuk bertemu langsung dengan peserta aksi dan memberikan hak-hak para buruh sekaligus memenuhi apa yang menjadi tuntutannya.

A. Dila selaku jenlap sekaligus ketua serikat buruh Bulog, mengatakan tuntutan aksi mereka ada beberapa poin yakni,

1. Status kerja yang tadinya pkwt menjadi pkwtt
2. Menolak tandatangan kotrak baru/ berstatus kontrak borongan
3. Bayarkan pesangon bagi yang sudah memasuki usia pensiun dan yang telah meninggal dunia
4. Cabut surat perintah tugas yang menolak perjanjian baru dianggap mengundurkan diri
5. Thr dan trasport yang belum dibayar.

Tuntutan tersebu menjadi acuan untuk terus menyuarakan suara-suara buruh pekerja. Serta salah satu orator menyatakan, “Berikan hak buru dan keluarganya bayar hasil kerjanya.”

Namun hingga saat ini pimpinan bulog masih enggan untuk menemui para peserta unjuk rasa, tetapi dia hanya mengutus mantan RM dan mengatakan “Kewenangan tersebut ada di pusat bukan di regional.” (*)