JAKARTA, TIMURNEWS – Belakangan ini tidak sedikit driver ojek online khususnya Grab yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja entah kesalahan driver itu sendiri karena melanggar kode etik atau pemutusan yang sengaja dilakukan pihak Grab. Melihat penomena ini, Suhardi (38) salah satu pengemudi Grab Bike mencoba keberuntungan untuk terjun ke dunia politik dengan harapan bisa terpilih menjadi anggota DPR RI agar bisa memperjuangkan nasib rekan-rekannya.

Suhandi mendatangi Kantor DPP PKB, di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018) sore. Dan mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif dari partai tersebut. Kepada wartawan dia mengatakan ini kali pertama dirinya terjun ke dunia politik. Suhardi yang belum terbiasa dengan kamera wartawan sempat diajari oleh para staf DPP PKB berpose dan tersenyum di hadapan kamera.

Saat mendatangi kantor DPP PKB, Suhardi menggunakan sepeda motor lengkap dengan jaket Grab Bike-nya.

Saat ditanya wartawan terkait keinginannya menjadi anggota DPR, dia mengatakan keinginannya memperjuangkan nasib rekan-rekannya sesama pengemudi ojek online. Karena menurutnya Undang-Undang yang mengatur mereka saat ini masih lemah. Dimana dampaknya dirasakan langsung oleh para pengemudi ojek online. Banyak dari mereka yang dengan mudahnya terkena pemutusan hubungan kerja, bukan hanya itu banyak juga yang mengalami kecelakaan, tetapi tidak mendapatkan asuransi.

Suhandi berniat maju di Dapil III Jakarta, yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Ia belum membicarakan keinginannya terjun ke dunia politik kepada keluarga. Namun, Suhandi yakin akan direstui oleh keluarga.

“Tentu keinginan yang mulia ini keluarga akan mendukung. Saya jadi anggota Grab aja didukung, apalagi jadi anggota DPR RI,” kata dia.

Suhandi mengaku, ia tidak punya modal uang untuk kampanye. Oleh karena itu, warga Batuceper ini akan meminta bantuan teman seprofesi untuk mempromosikannya ke para penumpang ojek online.

Ia sendiri akan tetap menjadi driver ojek online selama kampanye. Dengan begitu, ia tetap bisa mencari nafkah sekaligus mengampanyekan dirinya kepada para penumpang.

“Saya juga akan tetap nge-Grab sekalian kampanye. Karena pangsa konstituen tentu ada di pihak driver dan juga penumpang, terutama itu. Mobilitas itu yang akan saya gunakan sebagai strategi,” ujar Suhandi.

Suhandi memilih PKB sebagai kendaraan politiknya karena merasa kagum dengan sosok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ia juga merasa punya kesamaan visi misi dengan PKB.

“PKB punya visi kebangsaan yang jelas. Tidak membedakan suku dan agama. Lihat Gus Dur yang dicintai. Kalau saya di PKB bawa penumpang tidak membedakan etnis apa pun,” ucap Suhandi. (*/net)