MAKASSAR, TIMURNEWS – Implementasi Tridharma perguruan tinggi merupakan salah keharusan bagi mahasiswa jika hendak mengakhiri masa studinya di perguruan tinggi, salah satu syarat berupa melewati tantangan skripsi.

Terkadang program skripsi diketahui kerap menjadi keluhan mahasiswa-mahasiswi jaman Now, bukan hanya keluhan, bahkan beberapa tahun terakhir nampak dipemberitaan media tewasnya mahasiswa diduga gantung diri bahkan pelecehan seksual yang di alaminya selama bimbingan skripsi.

Selain itu, keluhan kali ini datang dari salah satu mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UIN Alauddin Makassar saat di temui di perpustakaan umum UIN Alauddin Makassar pada senin (9/7/18) sekira pukul 15:00 wita.

Laki-laki yang kerap di sapa Dws itu mengukapkan keluhanya selama proses bimbingan skripsi bagaikan mencari jarum di padang pasir, hal tersebut sebagai bukti bahwa bimbingan skripsi merupakan kegiatan yang sangat sulit baginya.

“iya kalau dipikir-pikir sebenarnya mudah ji, hanya saja rasa malas dan menunda-nunda waktu yang tidak mampu mi di lawan,” tuturnya dengan menggunakan logat bugis Makassar.

Lebih lanjut darah kelahiran Bombana Sulawesi Tenggara ini mengukapkan, andaikan berlaku kebijakan jokowi terkait pengapusan program skripsi, mungkin semua mahasiswa tingkat akhir akan terasa enjoy dalam melewati hari-hari menjelang berakhir masa studinya.

“wacana ji itu kaya nya, intinya tetap berusaha dan tetap berjuang karena yang pastinya segala sesuatu akan berakahir pada masa nya sendiri,” kata laki-laki ganteng itu dengan nada optimis.(Juliadin)