PENULIS : MANJILALA Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh karena berfungsi sebagai zat pembangun dan mengatur metabolisme. Maka tidak heran jika makanan sumber protein selalu direkomendasikan pada setiap orang khususnya bagi yang mengalami gangguan kesehatan.

Berdasarkan sumbernya, protein dibagi menjadi dua bagian yaitu Protein Hewani dan Protein Nabati. Protein Hewani berasal dari hewan seperti Ikan, Telur, Ayam, Daging, Susu, dll sedangkan Protein Nabati berasal dari tumbuhan seperti Kacang-Kacangan dan olahannya (Tahu dan Tempe).

Telur merupakan makanan sumber protein yang paling baik, karena satu butir telur mengandung hampir semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh serta mengandung banyak vitamin dan mineral. Disamping itu, harga telur relatif murah, sekitar Rp. 700-Rp. 1.500.

Telur dapat diolah dengan berbagai macam cara, mulai dari direbus, digoreng atau didadar. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara memilih telur yang baik dan benar untuk dikosumsi. Berikut beberapa tips yang bisa kita jadikan panduan dalam memilih telur berdasarkan rilis Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH).

Paling tidak terdapat empat jenis telur yang bisa kita jumpai di pasar yaitu telur bebek yang berwana biru dengan bobot sekitar 55-65 gram, telur ayam lokal atau bjuras yang berwarna putih kecoklatan dengan bobot 40-50 gram, telur ayam arab yang berwarna putih dengan bobot 45-55 gram serta telur ayam ras berwarna coklat dengan bobot 50-60 gram.

Ciri telur yang baik ialah warna kerabang sesuai jenis unggas dan seragam, bentuknya oval, permukaan halus, mengkilap, tidak terdapat kotoran serta tidak retak. Telur yang kotor dan terdapat bekas kotoran ayam dan noda darah di permukaan kulit telur sebaiknya tidak dikonsumsi, disamping itu telur yang retak atau terdapat retakan di kulit telur atau terdapat warna putih di permukaan kulit telur juga sebaiknya tidak dikonsumsi, karena kotoran dan retakan pada kulit telur dapat menyebabkan telur rusak dan terkontaminasi bakteri berbahaya.

Jadilah konsumen cerdas, perhatikan kondisi telur saat membeli agar anda dapat memperoleh manfaat cdari telur serta terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh telur yang berkualitas buruk. (*)