TIMUR NEWS – Telinga merupakan salah satu indera penting manusia. Strukturnya terdiri atas tiga bagian, telinga luar, tengah, dan dalam. Pada bagian tengah dan dalam terdapat tulang-tulang serta serabut-serabut saraf yang sangat sensitif.

Apabila kedua bagian tersebut mendapat perlakuan yang salah, maka dapat berisiko menimbulkan ketulian. Kasus semacam ini cukup sering menimpa balita akibat ketidaktahuan orangtua mengenai bagaimana cara membersihkan telinga balita yang aman.

Salah satu bentuk perlakuan yang salah terhadap telinga balita adalah mengorek dalam-dalam dengan cotton bud. Tujuannya semata-mata untuk membersihkan kotoran telinga anak. Namun, ternyata cara itulah yang paling berbahaya.

Tidak Perlu Dikorek

Pada dasarnya, cara membersihkan telinga balita yang aman tidak perlu dikorek. Ini berlaku juga untuk telinga orang dewasa. Sebab, bentuk telinga telah dirancang sedemikian rupa dengan sudut-sudut dan lekuk yang dapat mengantisipasi masuknya kotoran. Selain itu, telinga dilengkapi dengan kelenjar rambut dan getah telinga (serumen) yang bertugas menangkap kotoran sekaligus membersihkannya.

Getah telinga diproduksi pada bagian tengah telinga. Berwana kuning muda hingga pekat (tergantung sebanyak apa kotoran yang berhasil dibersihkannya). Jika diperhatikan secara seksama, getah ini akan mudah terlihat. Sayangnya, banyak yang salah kaprah menyebutnya dengan tai telinga. Sehingga banyak yang buru-buru mengoreknya dengan cotton buds. Padahal seberapa seringpun kita membersihkannya, getah tersebut akan tetap diproduksi.

Cara Membersihkan Telinga Balita yang Aman

Dari penggalan paragraf di atas, sudah jelas bahwa telinga tidak perlu dikorek. Apalagi pada balita yang organ telinganya masih sangat lembut. Apabila Anda merasa telinga bayi mulai kotor, cobalah mengikuti cara-cara membersihkan telinga bayi yang aman berikut ini:

• Cukup Bersihkan Telinga Bagian Luar

Membersihkan telinga bayi tak perlu sampai ke dalam-dalam. Cukuplah bersihkan bagian-bagian luar telinga saja. Biasanya, kotoran kulit yang disebabkan oleh keringat (biasa disebut daki) atau sel kulit mata bertumpuk di lipatan bagian belakang telinga. Namun, justru bagian ini pula yang sering luput dari perhatian orangtua. Bersihkan daun teling depan dan belakang menggunakan washlap yang sangat lembut. Basahi dan seka lipatan atau lekukan-lekukan luar telinga dengan lembut.

Waktu yang paling ideal membersihkan telinga balita adalah saat sedang mandi. Saat basah, kotoran jadi lebih mudah terangkat ketimbang kering. Anda juga bisa memanfaatkan air hangat ketika membersihkannya. Air hangat dapat membuat saraf-saraf di sekitar telinga lebih rileks saat tersentuh, sekaligus menyamankan balita saat pengerjaan.

• Gunakan Obat Tetes

Getah telinga dapat menggumpal dan mengganjal lubang telinga. Ini akan terasa menganggu pada balita yang mengalaminya. Perhatikanlah liang telinga balita Anda dengan teliti sebelum mengambil tindakan. Jika terlihat liang telinganya tertutup, maka kemungkinan besar itu adalah getah telinga yang menggumpal dan mengeras. Jangan coba-coba mengeluarkannya dengan alat pengorek apapun juga. Bawalah ke THT untuk mendapatkan obat tetes khusus. Obat tetes khusus akan mengencerkan gumpalan tersebut agar dapat mengalir keluar sendiri.

• Gunakan Jasa Dokter THT

Untuk cara yang lebih aman, silakan menggunakan jasa dokter THT. Setiap klinik THT pasti menyediakan jasa membersihkan telinga. Di tangan orang yang profesional di bidangnya, tentu cara-cara yang diterapkan akan jauh lebih aman untuk telinga dan kenyamanan balita. Begitu pula apabila Anda menemukan masalah-masalah pada telinga balita, semisal kemasukan serangga, mengalami benturan, dan sebagainya.

Demikian cara membersihkan telinga balita yang aman. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kita semua, terutama para orang tua. (TN/MP)