27 Camat Bone Dapat Pembagian Mobil Toyota Rush

 BERITA, WATAMPONE
21 Camat di Bone Dapat Mobil Baru | google

21 Camat di Bone Dapat Mobil Baru | google

WATAMPONE, TimurNEWS.com — Sedikitnya 31 unit mobil Toyota Rush akan dibagikan kepada camat untuk dijadikan kendaraan dinas. Adapun mobil dinas lama, pemerintah Kabupaten Bone merencanakan untuk menjadikannya kendaraan pelayanan sosial.

“Kendaraan itu rencananya akan dibagikan kepada 27 camat, tiga lainnya diperuntukkan untuk mes Pemda Bone di Jakarta sedangkan satu unit lagi untuk operasional Humas Pemkab Bone,” ungkap Kepala Bagian Keuangan dan Perlengkapan Pemkab Bone Budiono, saat dihubungi Jumat (25/10/2013).

Ia menjelaskan, kendaraan itu rencananya akan dibagikan awal bulan November dan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulsel. Menurut Budiono, pembagian mobil itu tidak memiliki syarat dan akan dibagikan untuk meningkatkan pelayanan pemerintah di tingkat camat.

Pemberian 31 unit Toyota Rush untuk mobiltas Camat dan sejumlah Kepala Bagian di Bone ini pun mengundang pro dan kontra. Anggaran pengadaan mobil dinas Camat yang senilai Rp 6 miliar ini dinilai tidak pas, disaat banyak fasilitas dan infrastruktur yang masih rusak di Kabupaten Bone seperti yang dilontarkan oleh Ketua Watampone Anti Corupption (WAC) Ali Imran.

Ia menilai pemerintah daerah tidak peka menyikapi anggaran yang sangat terbatas. Dia mengecam sikap pemerintah yang hanya menghabiskan anggaran kepada kebutuhan pegawai sementara kebutuhan rakyat terabaikan.

“Saat ini kita terpuruk oleh belanja pegawai yang sangat besar, lebih dari separuh APBD terkuras untuk memenuhi belanja itu, kalau pemerintah terus menyedot lagi untuk kebutuhannya, apa yang bisa didapat oleh rakyat”, terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I Saifullah Latif yang menyetujui pengadaan kendaraan itu menuturkan, pihaknya menyetujui pengadaan itu tidak lain karena melihat kondisi kendaraan Camat yang sekarang sudah tidak efisien lagi untuk memberikan pelayanan ke masyarakat.

“Mobil yang mereka pakai sekarang sudah berumur sehingga biaya perawatannya tinggi,” ungkap Saifullah.

Adapun untuk kendaraan mes Pemda Bone sebagai wajah daerah di Jakarta juga harus diperbaharui. Selain karena kendaraan di sana yang sudah tidak baik, juga untuk menunjang kinerja pemerintah di kota besar seperti Jakarta.

“Apalagi kendaraan di mes Pemda kan bukan hanya untuk pegawai di sana saja tapi juga untuk instansi lain seperti DPRD Bone,” ungkap Legislator PBB Bone tersebut.

Kendati demikian, Saifullah menambahkan, pihaknya belum menyetujui pemanfaatan kendaraan dinas lama untuk pelayanan sosial atau ambulans. Pasalnya, kendaraan yang telah berumur hanya akan memboros biaya operasional dan perawatan saja.

“Dari segi efektifitasnya sudah tidak layak dan hanya membebani APBD saja. Lebih baiknya itu dilelang saja dan kalau memang butuh ambulan, mending yang kendaraan milik kepala puskesmas dialih fungsikan karena banyak yang menggunakannya untuk kepentingan pribadi,” tutur Saifullah . Tribun-timur

1 Komentar

  1. akharOktober 26, 2013 at 8:16 amReply

    dilelang untuk rakyat (eh atas nama rakyat)

Tinggalkan Balasan