Pemimpin Kelompok Peretas Internasional Tertangkap

 Uncategorized

SYDNEY, TimurNews.com — Seorang pekerja informasi teknologi (IT) berusia 24 tahun yang namanya tidak dirilis Selasa, 23 April 2013 malam ditangkap Kepolisan Australia di kantornya di Sydney. Pria ini diduga berafiliasi dengan kelompok peretas internasional Lulz Security dalam menyerang situs-situs pemerintah.

Polisi setempat mengatakan, pria yang diduga salah satu pimpinan penting kelompok peretas, didakwa atas dua kasus modifikasi data yang menyebabkan gangguan dan satu kasus lainnya karena masuk atau memodifikasi data rahasia. Jika terbukti bersalah, pria Australia ini terancam hukuman 12 tahun penjara.

Lulz Security, atau biasa disebut Lulzsec, merupakan cabang kelompok peretas internasional tanpa nama atau Anonymous. LulzSec dibentuk pada 2011 dan langsung menjadi berita utama di media setelah mengklaim bertanggungjawab atas serangkaian serangan siber terhadap Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), Sony Pictures, Layanan Penyiaran Publik Amerika Serikat, dan Badan Kejahatan Terorganisir Serius Inggris.

Beberapa anggota kelompok peretas ini telah ditangkap dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemimpin mereka yang dikenal dengan sebutan “Sabu”. Sabu yang nama aslinya Hector Xavier Monsegur kemudian menjadi informan Biro Penyelidik Federal AS (FBI), yang menurut para pejabat federal telah membantu mereka mengejar aktor peretas lainnya.

Dua minggu lalu, peretas Inggris yang juga anggota LulzSec, Ryan Ackroyd, mengaku bersalah atas beberapa serangan siber. Kepala Polisi Federal Australia Brad Marden mengatakan pria Sydney ditangkap karena meretas situs pemerintah Australia pada awal bulan ini. Marden tidak mengatakan secara jelas situs apa yang diserang, tapi dia mengatakan situs tersebut adalah milik agen federal.

Pria asal Gosfort, sekitar 80 kilometer utara Sydney, diduga adalah pemimpin LulzSec di wilayah Australia. Polisi mulai menyelidiki pria ini sejak dua minggu lalu sejak mencuatnya insiden peretasan situs pemerintah. “Orang ini beroperasi dari posisi yang memiliki akses ke informasi sensitif dari para klien termasuk badan-badan pemerintah,” kata McEwen.

“Polisi Federal Australia yakin keahlian dan akses yang dimiliki pria ini dianggap berisiko bagi masyarakat Australia,” ujarnya. Pria ini akhirnya dibebaskan sementara dengan jaminan dan dijadwalkan hadir di persidangan bulan depan.

sumber : AP

0 Komentar

Tinggalkan Balasan