Luncurkan Paket Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Ganas

 Uncategorized
Banyaknya kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk deteksi dini masih rendah.

MAKASSAR, timurnews.com — Sejak 1 April 2013 Siloam Hospital telah meluncurkan sebuah program deteksi dini untuk jenis penyakit kanker yang berbahaya, jenis-jenis pemeriksaan dini yang dilakukan seperti pemeriksaan serviks (Pap smear), vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), paket mammografi atau USG Payudara, pemeriksaan usus besar berupa fecal Occult Blood Test, pemeriksaan hati (USG Abdomen dan Tes Laboratorium), pemeriksaan prostat (tes PSA), pemeriksaan paru (CT-scan toraks), tumor otak (MRI dan MRA).

Seharusnya angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks dapat diturunkan karena telah diketahui penyebab dan telah diketahui pula perjalanan penyakitnya ditambah sudah ada metode deteksi dini  dan adanya pencegahan dengan vaksinasi. Setiap hari di Indonesia ada 40 orang wanita terdiagnosa dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks.

Banyaknya kanker serviks di Indonesia disebabkan pengetahuan tentang penyakit tersebut yang kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk deteksi dini pun masih rendah. Adapun penyebab terjadinya kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab 99,7 persen. Virus yang berukuran kecil ini memiliki diameter kurang lebih 55 mm dan terdapat 100 lebih tipe. 58 diantaranya sering ditemukan pada kanker maupun lesi pra kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan 70 persen penyebab kanker serviks.

Setiap orang bisa terinfeksi HPV baik pada wanita maupun pria, infeksi HPV ditularkan melalui kontak kelamin, bukan hanya melalui hubungan seks. Infeksi ini mudah menular sehingga semua wanita yang sudah melakukan hubungan seks berisiko terkena kanker leher rahim.  Meskipun kejadian kanker serviks belum dapat dihilangkan, angka kejadiannya dapat ditekan dengan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Secara umum kanker serviks dapat dideteksi dengan mengetahui perubahan pada daerah serviks melalui pemeriksaan sitologi menggunakan IVA (Inspeksi Visual Asetat) dan Pap smear. Tes Pap smear dapat mendeteksi sedini mungkin adanya sel abnormal sebelum berkembang menjadi lesi pra kanker atau kanker serviks, terutama pada wanita dengan aktivitas seksual yang aktif maupun yang telah divaksinasi.

Tes ini memiliki tingkat sensitivitas 90 persen apabila dilakukan setiap tahun, 87 persen jika dilakukan setiap dua tahun, 78 persen setiap tiga tahun dan 68 persen jika dilakukan setiap lima tahun sekali. Tes lain untuk mendeteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan IVA, gunanya untuk melihat tidaknya sel yang mengalami displasia dengan melakukan tes visualisasi menggunakan larutan asam asetat 3-5 persen dan larutan iodium lugol yang dioleskan pada serviks untuk kemudian dilihat perubahan warna yang terjadi setelah dioleskan.

Metode lain yang lebih canggih adalah kolposkopi yang merupakan salah satu prosedur diagnostic keganasan serviks dengan menggunakan instrumen pada zona transisi di leher rahim dalam mengindentifikasi area abnormal pada serviks. Biopsi dengan mengambil sedikit jaringan serviks yang dicurigai juga menjadi salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini. MAPPARENTA

0 Komentar

Tinggalkan Balasan